
Prototipe Hürjet yang dilengkapi dengan pylon di bawah sayap memperkuat indikasi bahwa Turkish Aerospace Industries sedang mengerjakan versi bersenjata dari pesawat latih lanjut buatan Turki tersebut.
Langkah ini menempatkan pesawat tersebut di segmen yang kompetitif, yang sudah dihuni oleh model-model mapan seperti FA-50 dari Korea Selatan dan M-346 dari Italia.
Gambar yang dibagikan oleh fotografer penerbangan Enes Ötken dan dipublikasikan di halaman Instagram-nya menunjukkan prototipe TUS-A003 dalam penerbangan uji, sudah dikonfigurasi untuk evaluasi struktural dan integrasi persenjataan.
Model ini diperkirakan akan menerima radar AESA dari keluarga MURAD dan rudal udara-ke-udara buatan Turki, yang secara signifikan akan memperluas kemampuan operasionalnya.

Selain menggantikan pesawat T-38 Talon lama milik Angkatan Udara Turki, Hürjet juga telah memperoleh pelanggan internasional pertamanya: Spanyol. Program SAETA II mencakup akuisisi 30 pesawat serta partisipasi luas industri Spanyol dalam pembuatan komponen dan sistem terpasang di pesawat.
TAI juga merencanakan versi angkatan laut dari jet tersebut untuk beroperasi di kapal induk masa depan MUGEM milik Angkatan Laut Turki. Pabrikan itu menyatakan bahwa mereka sudah memperluas struktur industrinya untuk meningkatkan laju produksi, seiring ekspektasi adanya pesanan militer baru dalam beberapa tahun mendatang.
+ Angkatan Darat AS menguji sistem anti-drone yang mampu bereaksi dalam waktu kurang dari 3 detik
Ver essa foto no Instagram
Sumber: The Aviationist | Foto: Instagram @enesotkenphotos | X @Tusas Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
