
Volvo meyakini bahwa station wagon tradisional dapat kembali mendapatkan ruang di pasar dalam beberapa tahun mendatang, meskipun SUV telah mendominasi secara global.
Penilaian tersebut disampaikan oleh CEO merek itu, Håkan Samuelsson, dalam wawancara dengan Motor1.
Menurut sang eksekutif, pasar mungkin sedang mencapai titik jenuh akibat terlalu banyaknya SUV, sehingga membuka ruang bagi “perubahan generasi” dalam selera konsumen. Samuelsson mengatakan bahwa model wagon masih menawarkan keunggulan penting, terutama di era kendaraan listrik.
Menurutnya, wagon memiliki aerodinamika yang lebih baik dibandingkan SUV yang tinggi dan lebar, sehingga secara langsung membantu efisiensi energi dan jarak tempuh mobil listrik. Bagi produsen yang ingin meningkatkan daya jelajah tanpa memperbesar ukuran baterai secara berlebihan, hal ini dapat membuat format wagon kembali menarik.
Pernyataan tersebut menarik perhatian karena Volvo sendiri telah mengurangi penawaran wagon dalam beberapa tahun terakhir. Di Amerika Serikat, model V60 dan V90 Cross Country akan berhenti dijual setelah 2026, untuk sementara mengakhiri tradisi panjang merek tersebut di segmen ini.

Meski demikian, Samuelsson mengindikasikan bahwa perusahaan masih mempelajari kemungkinan model masa depan dengan format tersebut. Menurutnya, lini Volvo dalam lima atau sepuluh tahun ke depan “tidak akan hanya terdiri dari SUV.”
“Konsumen di AS mungkin lebih tahu, tetapi saya rasa kami percaya bahwa pasar mungkin sudah bergerak terlalu jauh ke satu pasar SUV saja. Saya rasa bukan sesuatu yang terlalu terbuka untuk mengatakan bahwa saya tidak berpikir kami hanya akan memiliki SUV dalam lima tahun,” katanya kepada media tersebut.

Volvo merupakan salah satu produsen yang paling erat dikaitkan dengan wagon dalam beberapa dekade terakhir, terutama melalui model seperti 240, 850, dan V70. Meski penjualannya saat ini lebih rendah, mobil-mobil ini masih memiliki basis penggemar setia, terutama di Eropa dan di kalangan konsumen yang memprioritaskan ruang kabin serta karakter berkendara yang lebih dekat dengan sedan.
Foto: Volvo. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
