
Drone XRQ-73 milik Northrop Grumman telah memulai uji terbang pertamanya di Amerika Serikat dalam program DARPA yang berfokus pada teknologi propulsi hibrida-listrik untuk pesawat otonom ringan.
Pengujian dilakukan di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, yang dikenal sebagai lokasi berbagai proyek eksperimental penerbangan militer Amerika Serikat.
Model ini menggunakan sistem yang menggabungkan mesin berbahan bakar konvensional dengan energi listrik, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi emisi. Konsep ini juga dirancang untuk menawarkan fleksibilitas misi yang lebih besar serta mengurangi jejak termal dan suara pesawat, karakteristik yang dianggap penting dalam operasi militer menggunakan drone.
Program SHEPARD merupakan bagian dari upaya DARPA untuk mengembangkan solusi propulsi baru bagi sistem tanpa awak. Badan tersebut menilai bahwa pesawat hibrida-listrik dapat memadukan daya jelajah mesin konvensional dengan keunggulan sistem listrik, seperti kompleksitas mekanis yang lebih rendah dan operasi yang lebih senyap.
Northrop Grumman menyoroti pengalamannya yang panjang dalam teknologi otonom, dengan menyatakan bahwa perusahaan telah mengumpulkan lebih dari 500 ribu jam uji terbang dalam berbagai proyek selama beberapa dekade terakhir. XRQ-73 dirancang khusus untuk memenuhi tujuan program eksperimental DARPA.
We’re moving closer to the future of next-gen military aircraft with hybrid-electric propulsion on the XRQ-73 and DARPA. https://t.co/oyvOO3s0Ar pic.twitter.com/HEFoYIiAWW
— Northrop Grumman (@NGCNews) 6 Mei 2026
Sumber dan gambar: Northrop Grumman | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
