
Pasukan Ukraina mengumumkan penghancuran untuk pertama kalinya drone Rusia Gerbera yang membawa drone FPV, menandai tahap baru dalam penggunaan pesawat tak berawak dalam konflik tersebut.
Intersepsi tersebut dilakukan menggunakan drone P1-SUN, yang dikembangkan oleh perusahaan Ukraina SkyFall untuk menghadapi ancaman udara seperti drone Shahed.
Gambar yang dirilis oleh perusahaan menunjukkan drone Gerbera membawa drone FPV yang terpasang di atas badan pesawat. Menurut SkyFall, lima target ditembak jatuh hanya dalam satu hari selama operasi yang dilakukan bersama Pasukan Darat Ukraina.
Drone Gerbera sebelumnya terutama dikenal sebagai umpan berbiaya rendah untuk melemahkan sistem pertahanan udara Ukraina. Namun, versi baru yang diidentifikasi pada 2026 mulai berfungsi sebagai platform pengangkut drone FPV, memungkinkan peralatan tersebut diluncurkan lebih dekat ke area serangan.
Untuk menghadapi ancaman ini, Ukraina telah memperluas penggunaan P1-SUN, sebuah interceptor yang mampu mencapai kecepatan hingga 310 km/jam dan beroperasi di ketinggian tinggi. Beberapa variannya dilengkapi sensor termal dan sistem pelacakan otomatis, meningkatkan presisi terhadap target udara Rusia.
❗️🇺🇦Ukrainian P1-SUN interceptor-drones shot down 🇷🇺Russian “Gerbera” drones that were carrying FPV drones on board. pic.twitter.com/qe6dodz6LD
— 🪖MilitaryNewsUA🇺🇦 (@front_ukrainian) May 8, 2026
Sumber: Militarnyi | Foto: X @front_ukrainian | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
