
Dokumen yang baru dirilis oleh Pentagon mengungkap dugaan pertemuan tidak biasa yang melibatkan sebuah pesawat militer Amerika Serikat dalam misi malam hari di wilayah pegunungan dekat sebuah fasilitas pemerintah.
Kasus tersebut terjadi tahun lalu dan merupakan bagian dari serangkaian berkas terkait fenomena udara tak dikenal.
Menurut laporan, personel militer awalnya melihat sebuah objek yang digambarkan sebagai kemungkinan pesawat yang menjauh di cakrawala. Tak lama kemudian, tim mengonfirmasi keberadaan sebuah bola yang dianggap “sangat panas”, yang melayang dekat permukaan tanah sebelum melesat cepat ke arah timur.
Dokumen itu juga menyebutkan bahwa objek tersebut diduga terbelah menjadi dua bagian selama pengejaran. Salah satu pesawat yang terlibat tidak mampu mengikuti kecepatan yang tercatat, sementara kopilot melaporkan melihat elemen lain muncul dari objek yang diamati dan bergerak ke arah berbeda dengan kecepatan tinggi, menggunakan peralatan penglihatan malam.
Beberapa menit kemudian, personel militer mengatakan telah melihat beberapa bola bercahaya berwarna oranye, dengan pusat berwarna putih atau kekuningan, yang tampak tidak bergerak di langit sebelum perlahan menghilang. Episode ini merupakan bagian dari paket berisi 162 berkas yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat di portal resmi yang secara khusus ditujukan untuk investigasi UFO.
The @DeptofWar is in lockstep with President Trump to bring unprecedented transparency regarding our government’s understanding of Unidentified Anomalous Phenomena.
These files, hidden behind classifications, have long fueled justified speculation — and it’s time the American… https://t.co/F0EUuih8YM— Secretary of War Pete Hegseth (@SecWar) May 8, 2026
Ver essa foto no Instagram
Sumber: New York Post | Foto: Instagram @deptofwa | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
