
Serangan drone laut Ukraina mengakibatkan hancurnya dua kapal Rusia yang melindungi Jembatan Kerch, menyebabkan seluruh awak di dalamnya tewas.
Di antara target tersebut terdapat kapal patroli “Sobol”, yang digunakan oleh Dinas Perbatasan FSB, serta sebuah kapal kelas “Grachonok”.
Serangan itu terjadi pada akhir April dan merupakan bagian dari strategi Ukraina yang semakin berkembang dalam menggunakan drone maritim untuk menyerang aset-aset Rusia di wilayah strategis, terutama di kawasan Krimea yang diduduki. Operasi tersebut juga menunjukkan kerentanan kapal patroli terhadap jenis teknologi ini.
Kapal-kapal yang terkena serangan memiliki misi untuk menjamin keamanan Jembatan Kerch, infrastruktur yang dianggap penting oleh Moskow sebagai penghubung dengan Krimea. Hancurnya unit-unit tersebut memberikan dampak langsung terhadap operasi pengawasan maritim Rusia di kawasan itu.
Selain itu, serangan terbaru terhadap kapal tanker yang terkait dengan apa yang disebut armada bayangan minyak menunjukkan bahwa Ukraina semakin memperluas targetnya di laut, dengan menyerang tidak hanya kapal militer, tetapi juga aset strategis yang berkaitan dengan logistik energi Rusia.
Sumber: Militarnyi | Foto: X @front_ukrainian | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
