Rolls-Royce tumbuh lebih dari 20% di sektor pertahanan dan memperluas kontrak militer pada 2026

Rolls-Royce tumbuh lebih dari 20% di sektor pertahanan dan memperluas kontrak militer pada 2026
Rolls-Royce tumbuh lebih dari 20% di sektor pertahanan dan memperluas kontrak militer pada 2026 (X @RollsRoyce)

Rolls-Royce memulai 2026 dengan kinerja solid di sektor pertahanan, didorong oleh pertumbuhan lebih dari 20% dalam pengiriman peralatan dan kemajuan yang konsisten dalam program-program strategis.

Menurut CEO Tufan Erginbilgic, perkembangan tersebut mencerminkan perubahan internal dan struktur yang lebih siap menghadapi fluktuasi eksternal, dengan divisi militer menonjol sebagai salah satu area perusahaan yang paling tangguh dan menjanjikan.

Di antara pencapaian utama adalah penggunaan mesin AE 3007 pada penerbangan pertama MQ-25 Stingray, pesawat otonom Angkatan Laut AS yang dirancang untuk memperluas jangkauan operasi dengan mengambil alih misi pengisian bahan bakar di udara. Proyek ini memperkuat posisi perusahaan dalam pengembangan sistem propulsi untuk pesawat nirawak generasi baru.

Perusahaan juga memperluas kehadiran internasionalnya dengan mendapatkan kontrak penting, termasuk pasokan mesin EJ200 untuk 20 unit Eurofighter Typhoon baru yang ditujukan untuk Turki. Di sektor angkatan laut, turbin MT30 dipilih untuk melengkapi fregat Australia, mengukuhkan kehadirannya dalam armada modern serta memperkuat kemampuan pertahanan maritim dan perang anti-kapal selam.

Selain itu, Rolls-Royce terus maju dalam proyek-proyek strategis di Amerika Serikat, termasuk pengujian untuk program MV-75 dan modernisasi pesawat pengebom B-52 Stratofortress dengan mesin F-130. Dengan kontrak baru untuk kendaraan lapis baja di Eropa dan kemitraan industri, perusahaan mempertahankan proyeksi keuangan yang kuat untuk 2026, meskipun di tengah ketegangan geopolitik di panggung global.

Sumber: UK Defence Journal | Foto: X @RollsRoyce | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top