Israel lanjutkan modernisasi dengan KC-46 dan skuadron tempur baru

Israel lanjutkan modernisasi dengan KC-46 dan skuadron tempur baru
Israel lanjutkan modernisasi dengan KC-46 dan skuadron tempur baru (LinkedIn – Israeli Ministry of Defense)

Israel bersiap menerima pesawat tanker KC-46A Pegasus pertamanya, yang diberi nama “Gideon”, setelah pesawat tersebut menyelesaikan penerbangan perdananya di Amerika Serikat dan diperkirakan akan dikirim dalam beberapa pekan mendatang.

Pesawat ini merupakan bagian dari paket awal sebanyak enam unit yang dibeli untuk menggantikan armada Boeing 707 “Re’em” yang sudah menua dan telah beroperasi selama sekitar enam dekade. Kehadiran model baru ini dipandang penting untuk memperluas kemampuan pengisian bahan bakar di udara dan mendukung operasi jarak jauh Angkatan Udara Israel (IAF).

KC-46 akan disesuaikan dengan sistem yang dikembangkan di Israel, mengikuti tradisi negara tersebut dalam memodifikasi peralatan militer asing sesuai kebutuhannya sendiri. Di antara kemungkinan modifikasi terdapat kemampuan komunikasi dan komando canggih, yang dapat mengubah pesawat tanker ini menjadi pusat koordinasi udara. Modernisasi ini dianggap strategis, terutama setelah operasi-operasi terbaru menunjukkan tingginya kebutuhan akan pengisian bahan bakar di udara, termasuk misi jarak jauh dan skenario konflik regional.

Pada saat yang sama, Israel juga melanjutkan rencana besar untuk memperkuat militernya, termasuk akuisisi jet tempur baru. Pemerintah telah menyetujui pembelian dua skuadron tambahan, masing-masing satu skuadron F-35I dan satu skuadron F-15IA, yang secara signifikan akan memperluas kemampuan tempur IAF. Kesepakatan bernilai miliaran tersebut mencakup tidak hanya pesawat, tetapi juga dukungan logistik, pemeliharaan, serta integrasi penuh dengan sistem yang sudah ada.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memodernisasi angkatan bersenjata dan memastikan keunggulan udara dalam berbagai skenario. Dengan pengenalan KC-46 dan perluasan armada jet tempur, Israel berupaya meningkatkan jangkauan operasionalnya, mengganti peralatan lama, dan mempertahankan tingkat kesiapan yang tinggi, sekaligus memperkuat kemampuannya untuk menjalankan operasi kompleks dan berkelanjutan dalam jarak jauh.


Sumber: The War Zone / The Aviationist | Foto: LinkedIn – Israeli Ministry of Defense | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top