
Latihan Arctic Tide memperkuat kesiapan Pasukan Ekspedisi Gabungan dan menguji kemampuan Inggris untuk beroperasi dalam kondisi ekstrem di Arktik
Britania Raya, bekerja sama dengan Norwegia, telah menyelesaikan latihan operasi amfibi selama sepuluh hari yang disebut Arctic Tide, yang dilaksanakan di fjord Tromsø, di utara Norwegia. Misi ini berfokus untuk menguji kemampuan pasukan sekutu dalam melakukan operasi amfibi jika terjadi invasi, serta menjaga jalur pasokan di lingkungan ekstrem.
+ AM General memperkenalkan pikap MIMIC-V dan solusi mobilitas ringan baru di AUSA 2025
Selama manuver tersebut, pasukan komando Royal Marines dan mitra Norwegia mereka berlatih pendaratan pasukan, mendirikan posisi pertahanan di garis pantai, serta memasok kembali amunisi dan logistik di bawah kondisi pertempuran simulasi.

Bagian dari rangkaian latihan militer Tarassis
Arctic Tide merupakan bagian dari rangkaian latihan Tarassis — latihan terbesar dalam sejarah sebelas tahun Pasukan Ekspedisi Gabungan (Joint Expeditionary Force – JEF), sebuah koalisi yang terdiri dari sepuluh negara Eropa Utara yang siap merespons dengan cepat terhadap ancaman di kawasan tersebut.
Pada tengah malam dimulainya operasi, sekitar 350 personel Inggris — termasuk marinir dan pelaut — dikerahkan di kapal pendukung RFA Lyme Bay. Secara bersamaan, kapal patroli Royal Navy beroperasi di Laut Baltik, mengoordinasikan manuver bersama.

Fokus pada tantangan logistik dan pendaratan taktis
Sorotan utama dari misi ini adalah pendaratan oleh 40 Commando Royal Marines yang bermarkas di Taunton. Pasukan ini berlatih untuk mengatasi hambatan logistik dan taktis di belakang garis musuh, membentuk posisi awal di medan Arktik yang sulit — langkah penting untuk memfasilitasi kedatangan pasukan sekutu tambahan.
Regimen Logistik North Devon memainkan peran penting dengan menguji metode pasokan tradisional serta bereksperimen dengan solusi baru untuk memastikan pengiriman sumber daya ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
Latihan ini memperkuat kemampuan Britania Raya dan sekutunya untuk beroperasi dalam kondisi ekstrem serta menunjukkan komitmen Pasukan Ekspedisi Gabungan dalam melindungi sayap utara NATO.

Sumber dan gambar: Royal Navy. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
