
Pyongyang memamerkan rudal balistik antarbenua barunya dalam parade militer untuk merayakan 80 tahun Partai Buruh Korea
Korea Utara untuk pertama kalinya memperkenalkan rudal balistik antarbenua baru Hwasong-20 selama parade militer yang menandai ulang tahun ke-80 Partai Buruh Korea di Pyongyang. Acara tersebut dihadiri oleh pemimpin Kim Jong-un serta delegasi resmi dari Tiongkok, Rusia, Vietnam, dan negara lainnya, menurut laporan Yonhap News Agency.
Hwasong-20 digambarkan oleh propaganda Korea Utara sebagai “sistem strategis nuklir terkuat” Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK). Rudal ini merupakan penerus langsung dari Hwasong-19 dan, menurut sumber militer, mampu membawa beberapa hulu ledak nuklir, sehingga lebih sulit untuk dicegat. Dengan jangkauan lebih dari 15.000 kilometer, senjata ini secara teori dapat mencapai target di mana saja di wilayah Amerika Serikat.
+ Helikopter Serang Rusia Ka-52 “Alligator” Jatuh, Dua Awak Tewas
Rudal tersebut dipamerkan di atas peluncur bergerak dengan 11 poros, mirip dengan yang digunakan sebelumnya untuk Hwasong-19. Analis menilai bahwa sistem ini meningkatkan mobilitas dan kemampuan penangkal dari arsenal strategis Korea Utara.

Mesin bahan bakar padat dan senjata baru ikut dipamerkan
Pada bulan September, Kim Jong-un mengunjungi fasilitas militer untuk memeriksa pengembangan mesin bahan bakar padat baru dengan daya dorong sebesar 1.960 kN, yang dirancang untuk melengkapi Hwasong-20. Penggunaan bahan bakar padat ini menandai lompatan teknologi besar, memungkinkan peluncuran yang lebih cepat dan mengurangi waktu persiapan, sehingga lebih sulit terdeteksi oleh sistem pengawasan asing.
Selain Hwasong-20, DPRK juga menampilkan rudal hipersonik jarak menengah dan jarak jauh, tank baru Chonma-20, serta drone kamikaze yang menyerupai model Rusia Lancet. Sorotan lainnya adalah rudal taktis KN-23 versi modifikasi, yang kini dilengkapi dengan peluncur luncur hipersonik serupa dengan yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Pesan strategis untuk Washington dan Seoul
Menurut para analis internasional, penampilan Hwasong-20 ini memiliki makna simbolis dan strategis, sebagai pesan langsung kepada Amerika Serikat dan Korea Selatan di tengah penguatan aliansi militer antara Washington, Seoul, dan Tokyo. Parade tersebut juga dimaksudkan untuk menegaskan kembali kekuatan nuklir Korea Utara di saat tekanan sanksi internasional semakin meningkat.
Sumber dan gambar: Yonhap News Agency | Militarnyi | KCNA. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
