
Garda Nasional Siprus menampilkan dalam sebuah parade militer sistem peluncur roket berganda baru asal Serbia, Tamnava, yang dikembangkan oleh perusahaan milik negara Yugoimport.
Peralatan yang bersifat self-propelled dan modular ini dapat menembakkan roket 122 mm (varian Grad) dan roket 262 mm, dan dibeli untuk memperluas kemampuan daya tembak jarak jauh pasukan Siprus.
Tamnava menonjol karena tingkat otomasi yang tinggi: ia mengintegrasikan sistem kontrol tembakan canggih dengan navigasi inersia, penyelarasan otomatis, sensor meteorologi, goniometer elektronik untuk pengintaian artileri, serta sistem komunikasi modern.

Otomasi ini memungkinkan pelaksanaan misi tembakan yang telah diprogram sebelumnya dengan campur tangan awak yang minimal dan menyediakan data waktu-nyata tentang jenis serta kondisi munisi, meningkatkan kesadaran situasional dan pengelolaan logistik.
Selain itu, sistem dirancang untuk bertahan di medan perang: dapat menembakkan rentetan cepat, berpindah posisi untuk menghindari tembakan kontra-baterai, dan beroperasi bahkan di bawah ancaman peperangan elektronik.
Konfigurasi standar mencakup dua modul peluncur (hingga 96 roket 122 mm atau 12 roket 262 mm), pengisian ulang dengan derek terpasang di kendaraan, dan kemampuan operasi jarak jauh hingga 25 meter — langkah-langkah yang meningkatkan keselamatan awak dan fleksibilitas Tamnava dalam skenario konvensional maupun asimetris.
+ Tentara Rusia meninggalkan kendaraan Desertcross 1000-3 beberapa detik sebelum serangan drone Ukraina

Sumber dan gambar: Defence Blog | Yugoimport | X @coltm4a1gr. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
