
Rusia merilis rekaman baru yang menunjukkan operasi untuk menghancurkan kendaraan tempur infanteri Ukraina M2A2 Bradley ODS-SA yang sudah tidak berfungsi.
Menurut saluran Telegram Voennyi Osvedomitel, Bradley kehilangan mobilitasnya setelah serangan awal, tetapi tetap utuh setelah awaknya dievakuasi.
+ Klik di sini untuk menonton video
Meskipun sudah tidak bergerak, pasukan Rusia berusaha menghancurkan kendaraan tersebut sepenuhnya untuk mencegah pasukan Ukraina mengambilnya kembali.
Misi ini membutuhkan tujuh drone FPV bermuatan bahan peledak, yang menyoroti daya tahan kendaraan dan kemampuan bertahannya di medan perang.
Akun Rusia itu sendiri mengakui tantangan tersebut dan menyebut insiden ini sebagai “contoh lain dari tingginya kemampuan bertahan Kendaraan Tempur Infanteri ini.”
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Institut Riset Peralatan Lapis Baja ke-38 Kementerian Pertahanan Rusia, para analis menyimpulkan bahwa M2A2 Bradley ODS-SA, yang diproduksi oleh BAE Systems, mengungguli kendaraan tempur infanteri Rusia BMP-3 dalam karakteristik tempur utama.
Analisis dari Kementerian Pertahanan Rusia ini menyoroti pengakuan publik yang jarang terjadi dari para pakar militer Rusia tentang keunggulan peralatan Barat.

Foto dan video: Telegram @lost_armour. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
