
Kendaraan kamuflase berusaha menyamar di antara truk-truk biasa yang digunakan di garis depan
Rusia memperkenalkan adaptasi militer baru: mortir swa-gerak kaliber 120 mm yang dipasang pada sasis truk GAZ-66 “Shishiga”. Video peralatan ini dipublikasikan oleh saluran propaganda Rusia, menarik perhatian analis militer.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Menurut rekaman, kendaraan tersebut menerima modul tipe kung, mirip dengan model DDA-66 dan AS-66 yang digunakan militer. Namun, versi modifikasi tidak memiliki jendela, pintu, atau palka teknis, sehingga sulit diidentifikasi dari jarak jauh.
+ Belanda kirim jet tempur F-35 untuk membela Polandia setelah pelanggaran drone Rusia
Untuk meningkatkan kemampuan sembunyi, Rusia menggunakan jaring kamuflase dan perlindungan darurat tipe “grill” terhadap drone. Dengan cara ini, mortir dapat bercampur dengan truk-truk biasa lainnya dari armada yang sama yang beroperasi dalam jumlah besar di garis depan.
Persenjataan utamanya adalah mortir Soviet 2B11 kaliber 120 mm, yang dipasang di dalam kung. Terlihat bahwa mekanisme lipat dan pelat dasarnya menunjukkan ciri-ciri produksi industri, yang mengindikasikan produksi terencana.
Namun, tidak ada informasi resmi tentang berapa banyak unit yang telah diproduksi atau perusahaan mana yang bertanggung jawab atas pengembangannya.
Para ahli menilai sistem ini dapat dipasang juga pada sasis lain selain GAZ-66, sehingga meningkatkan fleksibilitas logistiknya.
Namun, karena video yang dirilis telah diedit, masih belum jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan mortir, otonomi tembaknya, serta jumlah amunisi yang dibawa di dalam kendaraan.
Sumber dan Gambar: Telegram @warhistoryalconafter. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
