
Pembom strategis Tu-95MS milik Penerbangan Jarak Jauh Angkatan Dirgantara Rusia melakukan penerbangan di atas perairan netral Laut Bering minggu ini, menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia. Misi tersebut berlangsung lebih dari 15 jam dan mencakup pengisian bahan bakar di udara selama perjalanan.
Pesawat tersebut dikawal oleh jet tempur Su-35S dan Su-30SM, juga dari Angkatan Dirgantara Rusia. Menurut Moskow, tujuan operasi ini adalah untuk melakukan patroli strategis di wilayah udara internasional, sebuah praktik umum sejak era Perang Dingin.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Intersepsi oleh Amerika Serikat
Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mengonfirmasi bahwa pesawat pembom tersebut memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska, yang memicu tanggapan cepat dari Angkatan Udara Amerika Serikat.
+ Porsche 911 yang Dikendarai Ayrton Senna di Portugal Dilelang seharga US$480 Ribu
Jet tempur F-35 dan F-16 yang siaga segera dikerahkan untuk mencegat pesawat Rusia tersebut, yang menurut NORAD tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap wilayah Amerika Serikat dan tidak melanggar wilayah udara kedaulatan AS.
Zona ADIZ Alaska adalah area pengawasan udara luas yang melampaui batas wilayah udara nasional dan digunakan untuk mengidentifikasi serta melacak pesawat yang mendekati benua Amerika Utara.
Gambar dan video
Kementerian Pertahanan Rusia merilis gambar udara dan video resmi dari misi tersebut, memperlihatkan pembom Tu-95 terbang bersama jet tempur pengawalnya. NORAD juga membagikan foto-foto jet pencegat AS yang beraksi.
Jenis aktivitas udara seperti ini menambah ketegangan militer strategis antara Rusia dan Amerika Serikat, khususnya di kawasan Arktik dan Pasifik Utara yang semakin penting secara geopolitik.
Sumber dan gambar: Telegram Kementerian Pertahanan Federasi Rusia | X @NORADCommand | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
