
Angkatan Laut Kerajaan Inggris telah berhasil melakukan uji coba inovatif peluncuran dan pemulihan kendaraan bawah air tak berawak (UUV) dari kapal selam, menandai terobosan strategis dalam kemampuan armada Inggris.
Uji coba ini dilakukan di Laut Mediterania sebagai bagian dari Proyek Scylla, yang menunjukkan bahwa kendaraan tersebut dapat diluncurkan melalui tabung torpedo kapal selam serang bertenaga nuklir. Operasi ini merupakan bagian dari Pilar 2 AUKUS, aliansi yang bertujuan mengembangkan teknologi canggih demi keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik.
+ Rusia memulai adaptasi mesin PD-8 untuk pesawat amfibi Be-200
Dengan kemampuan baru ini, kapal selam Inggris dapat memperoleh dukungan tambahan dalam misi pengintaian bawah air, komunikasi bawah laut, dan peperangan dasar laut.
Menurut Komodor Marcus Rose, wakil direktur Kemampuan Ruang Tempur Bawah Laut, “hasil uji coba ini menunjukkan komitmen kami dalam menggunakan teknologi canggih sebagai bagian dari armada hibrida masa depan dan merupakan langkah besar dalam menyediakan kemampuan baru bagi Dinas Kapal Selam.”

Pengujian ini dilakukan oleh Unit Otonomi dari Submarine Delivery Agency bekerja sama dengan perusahaan L3Harris, menunjukkan efektivitas kolaborasi internasional dalam mengembangkan teknologi maritim baru.
Sebagai bagian dari strategi untuk menjadi “Benteng Atlantik”, Angkatan Laut Kerajaan menegaskan kembali komitmennya untuk menggunakan sistem otonom dan kecerdasan buatan guna meningkatkan kekuatan tempur garis depan.
Sumber dan gambar: Royal Navy. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
