
Setelah dua dekade kemitraan yang penuh kemenangan, Red Bull berpisah dengan salah satu sosok paling ikoniknya. Christian Horner, yang telah menjadi kepala tim sejak 2005, secara resmi mengundurkan diri dari kursi komando tim asal Austria ini. Kabar ini, yang sebelumnya sudah ramai dibicarakan di belakang layar Formula 1, menjadi semakin kuat setelah pernyataan publik dari Max Verstappen.
+ Video pemberontak Houthi menunjukkan tenggelamnya kapal Magic Seas
Juara dunia empat kali berturut-turut ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan kepala timnya lewat media sosial. “Dari kemenangan pertamaku hingga empat gelar juara dunia, kita telah berbagi kesuksesan luar biasa. Kita memenangkan balapan yang tak terlupakan dan memecahkan banyak rekor. Terima kasih untuk segalanya, Christian!” tulis Verstappen di Instagram pada Rabu ini.
Kemitraan antara Horner dan Red Bull menjadi salah satu yang paling sukses dalam sejarah F1 modern. Di bawah kepemimpinannya, tim ini meraih masa kejayaan pertamanya dari 2010 hingga 2013, dengan empat gelar juara berturut-turut yang dimenangkan oleh Sebastian Vettel. Setelah masa transisi, tim kembali mendominasi pada 2021 dengan Verstappen sebagai pemimpin, yang sejak itu mendominasi kejuaraan.
Meskipun gagal merebut gelar konstruktor pada 2024, Red Bull tetap menjadi kekuatan utama di lintasan, dengan Verstappen mengamankan gelar keempatnya secara berturut-turut. Namun demikian, rumor tentang kemungkinan kepindahan pembalap Belanda tersebut ke Mercedes masih terus beredar di paddock.
Pengganti Horner juga telah ditentukan. Ia adalah Laurent Mekies, warga negara Prancis yang sebelumnya memimpin tim Racing Bulls — tim afiliasi Red Bull — sejak awal 2024. Kini, ia akan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan dominasi tim utama di tengah dinamika perubahan besar di F1.
Foto: Instagram @maxverstappen1. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
Ver essa foto no Instagram
