
Komandan Angkatan Udara Turki, Jenderal Ziya Cemal Kadıoğlu, dan Angkatan Udara Spanyol, Jenderal Francisco Braco Carbo, melakukan penerbangan formasi pada hari Rabu lalu menggunakan dua jet tempur ringan Hürjet, yang diproduksi di Turki.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Informasi ini diumumkan oleh Turkish Aerospace Industry (TAI) melalui akun resmi mereka di X (sebelumnya Twitter).
+ Video: Perusahaan Drone Rusia Merilis Rekaman Penghancuran Sistem Pertahanan Udara 2K22 Tunguska

“Dua Hürjet terbang di langit secara bersamaan. Komandan Angkatan Udara kami, Jenderal Ziya Cemal Kadıoğlu, bersama dengan Komandan Angkatan Udara Spanyol, Jenderal Francisco Braco Carbo, melakukan penerbangan formasi,” kata perusahaan tersebut.
TAI juga menyoroti betapa pentingnya Hürjet bagi penerbangan militer Turki:
“Dengan setiap penerbangan baru, kami tidak hanya menaikkan target kami, tetapi juga menulis sejarah dengan sayap bulan sabit dan bintang kami di langit biru.”
Hürjet dan perannya dalam modernisasi penerbangan militer Turki
Hürjet, pesawat serang ringan dan pelatihan canggih yang dikembangkan di Turki, mencapai kecepatan Mach 0.9 pada ketinggian 30.000 kaki selama penerbangan.
Pesawat ini dirancang untuk menggantikan jet pelatihan lama dan memenuhi kebutuhan pelatihan pilot tingkat lanjut, terutama dengan meningkatnya jumlah pesawat tempur generasi kelima yang memiliki konfigurasi semakin kompleks.
Dengan panjang 13,6 meter (44,6 kaki) dan lebar sayap 9,5 meter (31 kaki), Hürjet merupakan langkah penting menuju kemandirian teknologi Turki dalam industri pertahanan dan penerbangan.
Spanyol telah mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 24 pesawat HÜRJET FLIT/LCA untuk menggantikan pesawat latih SF-5M yang sudah tua.

Sumber dan gambar: X @TUSAS_TR. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
