
Pesawat jarak jauh baru Boeing ini menjalani simulasi lepas landas yang dibatalkan dalam skenario terburuk, dengan rem aus, bobot maksimum, dan suhu di atas 1.370 °C
Boeing mengumumkan bahwa 777-9 berhasil menyelesaikan salah satu tahap paling menuntut dalam program sertifikasinya: uji energi pengereman maksimum, sebuah prosedur wajib untuk membuktikan bahwa pesawat dapat berhenti dengan aman bahkan dalam situasi kritis selama lintasan lepas landas.
Dalam pengujian tersebut, pesawat dimuati hingga bobot lepas landas maksimum sekitar 350 ton dan dipercepat hingga sekitar 190 knot sebelum mensimulasikan lepas landas yang dibatalkan. Tujuannya adalah mereproduksi salah satu skenario paling berat yang dapat dihadapi sebuah pesawat, seperti kegagalan mesin mendadak sesaat sebelum roda terangkat dari landasan.
+ Su-30: 12 fakta tentang jet tempur Rusia yang membantu membentuk keluarga Flanker

Menurut Boeing, pengujian dilakukan dalam kondisi yang sengaja dibawa hingga batas maksimum. Rem yang digunakan berada dalam tingkat keausan paling tinggi, tepat untuk mewakili skenario terburuk. Selama proses pengereman, suhu melampaui 1.370 derajat Celsius, menyebabkan pemanasan ekstrem pada roda.
Akibatnya, sekering pelindung pada roda aktif untuk melepaskan tekanan ban. Mekanisme ini ada untuk mencegah ban meledak akibat panas berlebih, yang bisa menyebabkan kerusakan pada pesawat atau menimbulkan risiko tambahan dalam kemungkinan evakuasi penumpang.

Jenis evaluasi ini merupakan bagian dari proses sertifikasi yang dijalankan Boeing bersama FAA, otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa, bahkan dalam pembatalan lepas landas di kondisi paling berat sekalipun, pesawat masih mampu berhenti dengan aman di dalam landasan.
Menurut tim program, pengujian berlangsung tanpa anomali apa pun, menandai satu lagi kemajuan penting dalam pengembangan dan sertifikasi 777-9.
Foto dan video: Boeing. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
